COVID-19 masih mengancam dunia pendidikan. Untuk menghindari berhentinya Proses Belajar Mengajar (PBM), pemerintah menganjurkan penyelenggaraan pendidikan secara online/daring. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan hanya mengizinkan daerah hijau untuk menyelenggarakan PBM, itu pun dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat

Mengacu pada anjuran pemerintah, Jurusan Profesi Keinsinyuran, Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (FTUB) pada Semester Ganjil 2020/2021 akan menyelenggarakan Pendidikan Profesi Insinyur secara full daring.

Beberapa sosialisasi secara daring dilaksanakan, termasuk kepada kepala dinas PUPR Kota Mataram Bapak Miftahurahman beserta jajarannya pada hari Rabu, 15 Juli 2020 pukul 08.00 WIB melalu media zoom. Kegiatan ini diikuti oleh 50 orang lebih dari berbagai instansi terkait, termasuk Asosiasi Gapensi Kota Mataram dan berlangsung secara interaktif.

Prof. Ir. Ludfi Djakfar MSCE. Ph.D. yang juga Ketua jurusan memberikan materi mengenai apa itu insinyur, apa perbedaan insinyur dan insinyur profesional, bagaimana proses yang ditempuh sampai menjadi insinyur profesional, bagaimana proses pembelajarannya, posisi PSPPI hingga proses pendaftarannya, dan juga landasan hukum penyelenggaraan pendidikan profesi insinyur. Ia menegaskan, di semester ganjil 2020/2021 ini kegiatan PSPPI seluruhnya dilaksanakan secara full daring.

“Pemerintah menunjuk langsung 40 perguruan tinggi di Indonesia untuk menyelenggarakan pendidikan profesi insinyur melalui Program Studi Program Profesi Insinyur (PSPPI). Jadi ini pemerintah langsung melakukan penugasan kepada kampus-kampus terpilih., biasanya kita dari perguruan tinggi yang mengajukan pembukaan program studi baru. Oleh karena itu, landasan hukumnya sangatlah kuat bagi engineer Indonesia untuk menjadi insinyur profesional melalui PSPPI,” ujar Prof. Ludfi.

Ia menambahkan, syarat utama calon mahasiswa adalah sudah lulus S1 lebih dari lima tahun. “Sesuai pengalaman, 5 tahun ini kami anggap cukup untuk memastikan agar pengalaman keinsinyuran mahasiswa mencukupi untuk ditranformasi menjadi 24SKS pada program RPL (Rekognisi Pembelajaran Lampau),” jelasnya.

Selama ini PSPPI masih melaksanakan pembelajaran secara RPL. Program ini merupakan pengakuan terhadap capaian pembelajaran yang sudah diperoleh dari pendidikan formal atau non formal serta pengalaman kerja yang berhubungan praktek keinsinyuran mahasiswa. Adapun pembelajaran secara Reguler rencananya akan dilaksanakan tahun 2021.

Capaian pembelajaran masing-masing mahasiswa itu nantinya akan dituangkan pada Form Aplikasi Insinyur (FAIR) untuk kemudian dikonversikan menjadi angka sesuai dengan mata kuliah yang harus diikuti untuk mendapatkan IPK. Prof Ludfi menambahkan bahwa untuk program Reguler kemungkinan akan dilaksanakan tahun depan.

Pendaftaran PSPPI Semester Ganjil 2020/2021 untuk gelombang III dibuka mulai 13 sampai 30 Juli 2020 melalui selma.ub.ac.id. Kegiatan ini ditutup dengan pernyataan dari Kepada dinas PUPR Kota Mataram bahwa beliau beserta beberapa jajarannya berterima kasih dan tertarik untuk mengikuti program profesi insinyur ini. Beliau akan menyediakan satu ruangan yang tersedia perangkat multimedia, sehingga bisa digunakan untuk pendidikan secara daring. (zab)