UU no 11 tahun 2014 menjadi salah satu landasan Program Studi Program Profesi Insinyur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (PSPPI FTUB) dalam mencetak masyarakat Indonesia menuju Insinyur (Ir). Setelah pengumuman resmi penerimaan Mahasiswa Baru (Maba) Semester Ganjil 2021/2022, pihak PSPPI FTUB segera bergegas mempersiapkan kegiatan yang menjadi ajang perkenalan antara Mahasiswa, Dosen, dan Tenaga Kependidikan, yakni Orientasi Pendidikan (ORDIK). ORDIK juga menjadi ajang perkenalan kehidupan kampus UB dan beberapa program Fakultas Teknik maupun Jurusan Profesi Keinsinyuran.

ORDIK kali ini masih juga dilaksanakan secara daring untuk menghindari penyebaran Covid-19. Pandemi Covid-19 tidak menyurutkan semangat 88 Maba dalam mengikuti serangkaian kegiatan yang diselenggarakan oleh PSPPI FTUB. Selain dihadiri Maba PSPPI FTUB, ORDIK yang dilaksanakan pada tanggal 23 Agustus 2021 ini juga dihadiri oleh Dekan dan Wakil Dekan I FTUB, pimpinan Jurusan di FTUB, dosen PSPPI, dan tenaga kependidikan FTUB. ORDIK kali terbilang spesial, karena mulai semester ini (Ganjil 2021/2022), ORDIK tidak hanya diikuti mahasiswa program Rekognisi Pembelajaran Lampau tetapi juga Reguler.

Acara dimulai dengan ORDIK bersama program pasca sarjana FTUB sampai jam 10.00. Selanjutnya semua Maba PSPPI FTUB dimasukkan pada breakout room untuk mengikuti sesi Jurusan Profesi Keinsinyuran. Dengan dipandu oleh moderator Henny Tirtasari, S.Sos, acara dimulai dengan laporan kegiatan yang disampaikan oleh Sekretaris Jurusan Profesi Keinsinyuran Ir. Rinawati P. Handajani, MT., IPM. disusul dengan sambutan Ketua Jurusan Profesi Keinsinyuran sekaligus pemateri Prof. Ir. Ludfi Djakfar, MSCE, Ph.D., IPU. Ibu Rinawati menyampaikan bahwa Maba PSPPI angkatan 7 ini berasal dari latar belakang dan tempat kerja yang bervariasi, mulai dari Kementrian, BUMN, kontraktor, developer, konsultan sampai akademisi.

Dalam sambutannya Prof. Ludfi menyampaikan komitmennya untuk memberikan pelayanan terbaik kepada mahasiswa PSPPI FTUB angkatan 7 dalam mencetak insinyur. Hal ini sangat perlu dilakukan demi menjawab tantangan bidang Engineering di era Industri 4.0. Selebihnya, Prof Ludfi juga menyampaikan perbedaan mendasar antara Insinyur dan Insinyur Profesional. Dimana salah satunya adalah gelar Insinyur dikeluarkan oleh perguruan tinggi yang sudah ditunjuk (termasuk Universitas Brawijaya), sedangkan Insinyur Profesional dikeluarkan oleh Persatuan Insinyur Indonesia (PII). Prof. Ludfi menambahkan bahwa kuliah pendukung dalam bentuk matrikulasi akan diberikan kepada 85 mahasiswa program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) jika diperlukan setelah adanya penilaian awal dari tim dosen pembimbing PSPPI FTUB. Hal ini penting untuk memastikan mahasiswa mencapai semua poin dalam capaian pembelajaran 24 sks.

Salah satu mahasiswa baru PSPPI FTUB yaitu Viki Kurdiansyah, ST., MT., IPM menyatakan kebanggaanya kembali berstatus sebagai mahasiswa FTUB. Alumni FTUB yang sekaligus bagian dari PT. PLN (persero) tersebut menegaskan kegembiraannya kembali mempunyai Nomor Induk Mahasiswa (NIM) dari FTUB. Semangat menjalin networking dan menambah pengetahuan tentang praktik keinsinyuran menjadi alasan Lulusan Teknik Elektro Arus Kuat tersebut dalam mengambil profesi insinyur di UB. “Alhamdulillah saya telah diterima dan berstatus sebagai mahasiswa di Fakultas Teknik UB (lagi). Saya berharap akan bisa mendapatkan ilmu pengetahuan yang melimpah terkait praktek keinsinyuran. Dengan background teman-teman seangkatan yang bervariasi sesuai yang disebutkan bu Rinawati tadi, saya yakin akan memperluas networking saya”, ujar Viki. Viki memilih program RPL karena dia tergolong sudah cukup lama menekuni dan berpraktik bidang keinsinyuran. Untuk diketahui, Program RPL ini mensyaratkan mahasiswa memiliki pengalaman kerja minimal 4 tahun di bidang keinsinyuran. Jelas sekali program profesi insinyur ini juga bisa menjadi wadah yang tepat untuk sharing pengalaman di lapangan baik dari dosen maupun mahasiswa. Acara ORDIK diakhiri sekitar pukul 12.00 dengan diwarnai beberapa tanya jawab yang dipandu oleh Ir. Nasir Widha Setyanto, ST., MT. Di akhir acara diumumkan bahwa dalam waktu sekitar 1-2 minggu lagi akan diadakan kegiatan workshop tentang Insinyur Profesional dengan narasumber dari Lembaga Sertifikasi Kompetensi Insinyur PII (LSKI PII). (zab)